Puisi Religi : Penyesalan tiada akir Puisi religi

Rasa menyesal itu tidak ada yang dahulu pasti datang nya setelah perbuatan, itu namanya hukum sebab-akibat, akibat-sebab. Dulu hingga sekarang rasa itu terus terbanyang. Rasa malu akan perbuatan yang tidak mengenakan. Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami yang namanya menyesal. Kenapa kita bisa menyesal, simak puisi berikut ini:



Penyesalan tiada akir
Dulu nyaman aman
Tersisa dalam keindahan
Ku coba tuk melupakan
Perasaan kestiaan
Tak nyaman hati ini
Selalu dibayangi
Rasa takut dan penyesalan
Tak bisa kuganti dengan yang dulu
Hanya bekas tersisa
Bila ketahuan ditaruh mana muka, mulut, bibir, telingaku
Otak sangat bodoh
Kecewa..
Amat perih meritih di hati
Tak tenang jiwa ini
Dosa semakin berlimpah
Tersisa hanya penyesalan tiada akhir

By: Dalang Wanataka


baca artikel menarik tentang Cara Membuat Nasi Kebuli Mak Nyuss 

Post a Comment

0 Comments